Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Zidane dan Masa Depannya sebagai Pelatih Real Madrid

Zidane dan Masa Depannya sebagai Pelatih Real Madrid –  legenda hidup dari Prancis dan sekaligus klub yang sama. Pemain keturunan Aljazair ini menggantikan peran Rafael Benitez yang dianggap tak becus mengawal Real Madrid meraih target maksimal di pertengahan musim. Diharapkan tampil lebih baik dari Benitez, tanggung jawab yang diemban oleh Zidane kali ini nampaknya sangat berat. Target yang harus ia capai sudah harus dibuktikan di akhir musim ini.

Zidane dan Masa Depannya sebagai Pelatih Real Madrid

Zidane dan Masa Depannya sebagai Pelatih Real Madrid

Perjalanan Zidane

Zidane merupakan sosok pemain sepakbola yang disegani oleh berbagai lingkaran. Perjalanannya pun sangat penjang, berawal dari usia yang masih belia. Di usia 14 tahun, ia sudah bergabung dengan Akademi Cannes dan dua tahun berikutnya sudah menjalani debut sebagai pemain profesional. Di klub itulah ia menunjukkan bakatnya sebagai seorang pemain sepakbola melalui sejumlah capaian prestasi bersama tim. Tahun 1992, ia pun ditarik ke Bordeaux dan kemudian dibesarkan namanya oleh Juventus.

Reputasinya semakin besar tatkala bergabung bersama Real Madrid di tahun 2001. Waktu itulah ia menjadi pemain sepakbola termahal di dunia ketika dibeli dari Juventus. Di Real Madrid, ia adalah salah satu pilar terpenting bersama deretan pemain bintang lain seperti Luis Figo, Ronaldo, dan Beckham. Tiga tahun berikutnya, ia sempat mengejutkan publik dengan keputusannya untuk mundur dari panggung sepakbola. Namun setahun berikutnya ia menarik keputusan tersebut dan melanjutkan karir untuk membela tim nasional Prancis. Ia pun sukses mengantarkan tim Ayam Jago lolos ke ajang final Piala Dunia 2006.

Karir di Luar Lapangan

Setelah kasus kontroversinya dengan Materazzi, Zidane seolah-olah lenyap dari panggung sepakbola dunia. Di tahun 2011, ia kembali sebagai asisten pelatih Carlo Ancelotti dan sukses meraih gelar juara. Melanjutkan pengalamannya sebagai asisten pelatih, Zidane benar-benar turun sebagai pelatih untuk tim junior Real Madrid sekitar dua tahun lalu. Kini, ia pun resmi menjadi pelatih Real Madrid sekaligus menorehkan sejarah sebagai pelatih dari Prancis setelah sekitar satu abad.

Keputusan mendatangkan Zidane sebagai pelatih Real Madrid mengundang banyak komentar positif dan negatif. Banyak yang mengaiktkan prestasinya selama menjadi pemain bola baik di Real Madrid atau tim nasional. Namun panggung di atas dan luar lapangan tentu saja sangat berbeda. Buktinya, banyak sekali mantan pemain bintang yang justru tidak bisa membuktikan kemampuan mereka sebagai pelatih. Banyak contoh yang terjadi dan menjadi alasan kuat mengapa Zidane dinilai tidak tepat sebagai pelatih Real Madrid yang baru.

Contoh pertama adalah Maradona. Siapa sih yang tidak tahu Maradona? Sosok pemain legendaris dari Argentina yang kesohor dengan aksi tangan Tuhan. Sudah berulang kali ia menjadi bintang lapangan di masanya. Tidak hanya bersama tim nasional Argentina, bahkan beberapa klub seperti Napoli, Barcelona, dan Boca Juniors.

Namun Maradona adalah sosok dengan naluri sebagai pemain. Ketika ditempatkan di kursi pelatih, kemampuannya harus dibuktikan dalam bentang pengalaman yang lebih panjang. Tahun 2008 ia dipercaya untuk menangani tim nasional Argentina. Sebelumnya, ia juga pernah ditunjuk untuk mengasuh sejumlah klub kecil seperti Racing Club, Al Wasl, dan Mandiyu. Namun karirnya tidak begitu menonjol selama menangani klub-klub tersebut. Bahkan bersama Al Wasl pun cuma berlangsung sekitar empat belas bulan karena prestasi tim itu semakin membuturuk. Bersama tim nasional Argentina pun lebih mengecewakan lagi.

Sementara itu, contoh lainnya adalah Paul Gascoigne alias Gazza. Mantan pemain kontroversial di Liga Utama Inggris ini bisa dibilang punya karir yang bagus di atas lapangan. Ia cukup sukses menjalani perannya bersama tim nasional Inggris, Lazio, Tottenham, dan Newcastle. Tapi kebiasaan buruknya menenggak alkohol pun berujung pada karir yang semakin memburuk sebagai pemain. Ketika sudah pensiun sebagai pemain sepakbola, ia sempat meniti karir sebagai pelatih di sebuah klub non liga bernama Kettering Town. Tapi cuma sebulan lebih sembilan hari ia bertahan di sana. Ia ternyata tak bisa menjalani perannya sebagai pelatih tim. Kabarnya, ia sekarang menjalani terapi akibat masalah mental dan adiksi alkohol. Tentu saja nasibnya sangat berbeda dengan Zidane. Tetapi, butuh waktu yang lebih bagi Zidane untuk membuktikan dirinya sebagai Pelatih Real Madrid. Dan bagaimanakah Zidane dan Masa Depannya sebagai Pelatih Real Madrid, ayo kita saksikan bersama-sama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *